Senin, 12 Maret 2018

Berbahasa Dengan Budidaya Jawa

budaya jawa.com


Di dalam berbahasa di Jawa memiliki edukasi yang berharga, serta memiliki pembeda dengan Negara-negara lain, tatakrama dalam berbahasa memiliki nilai moral estetika dan etika yang harus dilestarikan, karena sebagai kearifan lokal budaya Jawa dalam aktualisasi berbahasa Indonesia, sebaiknya mencoba melakukan hal yang benar, pada saat yang benar.
Ferdinand De Saussure Mengemukakan bahasa sebagai ciri pembeda yang sangat menonjol, karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai satu kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lainnya. Bahasa sebagai kata yang mudah bagi manusia dewasa, namun harus dipelajari, karena tanpa mempelajari tidak akan bisa manusia berbahasa, katika manusia tidak memfungsikan bahasa, maka manusia akan sulit berinteraksi dengan manusia, serta akan diasingkan dari kelompok manusia, karena bahasa sebagai pembeda dari makhluk hidup yang lain berada di bumi. Karena bahasa bukan warisan, sifat bahasa non-instingtif, maka manusia perlu mempelajari bahasa, agar menjadi manusia yang berbudi dalam berbahasa. Untuk mengaktualisasi dalam bentuk etika berestetika. Serta bisa menjadikan bahasa sebahgai pelajaran berharga untuk membentuk karakter diri kita sebagai manusia, sebelum masuk ke dalam ranah moral yang beretika manusia yang dapat diterima oleh manusia, membenahi bahasa itu penting untuk berinteraksi ketika menggunakan bahasa.
Plato Menjelaskan bahwa bahasa pada hakikatnya ialah suatu pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan nama benda atau sesuatu dan ucapan yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulutnya. Sebenarnya sangat mudah manusia melakukan berbahasa terutama dalam bahasa lisan, penggunaan lebih simple serta lugas, ringkas dalam mengaktualisasikan bahasa. Lebih sulit dalam berbahasa tulisan lebih sistematis dan gramatik. Serta mengerti konteks dalam berbahasa itu penting, perlu dalam berbahasa membiasakan berpikir terlebih dahulu, untuk dapat memahami terlebih dulu budidaya lawan bicara,. untuk bisa menjadi manusia yang selalu hati-hati untuk serta bijaksana dalam menempatkan dirinya. Ada istilah pribahasa kuno yang sangat memberikan edukasi sangat berarti ketika sebagai manusia mampu mengaktualisasikan, dalam kehidupan kesehariannya. Mulutmu adalah harimaumu.
Maka jagalah bahasamu dalam setiap berucap. Karena bahasa dapat memberikan konflik besar dalam kehidupan kita, ketika berbicara tidak miliki penalaran visioner, maka terkadang yang datang akan mengandung ambiguitas dan menimbulkan fitnah (bohong), sedangkan fitnah bukan hanya berupa tindakan radikal yang merugikannya, dengan ilat (mulut), kadang alat ujar menjerumuskan manusia pada jurang-jurang kegelapan yang membahayakan, yang kadang lahir yang namanya fitnah, dalam Al-qur’an diperjelaskan bahwa fitnah itu lebih kejam, daripada membunuh (Al-Baqaroh:191).
Refleksi patut kita arahkan pada darma-darma kebudayaan Jawa, yang dapat diteladani segi berbahasa dalam mengaktualisasikan bahasa. Bahwa dalam berbahasa juga memiliki adat, berbahasa di jawa khususnya, ketika berbahasa dengan orang yang lebih dewasa, ada etika untuk menujukkan rasa hormat kepada sesama manusia yang lebih dewasa, maka akan ada bahasa-bahasa kromo inggil untuk berbahasa dengan etika untuk melahirkan estetika berbahasa. Ketika berkontemplasi sejenak, edukasi besar dari segi moral, beretika, estetika berbahasa lebih mulia melahirkan etika pada tindakannya. Sesungguhnya penerapan konteks berbahasa sangat indah jika hingga akhir-akhir zaman ini masih diterapkan oleh kaum-kaum muda khususnya, di jawa dan warga Indonesia dengan harapan setidaknya budaya sendiri tidak luntur. Latihan diri untuk saling menghormati dan mengahargai sesama manusia, karena secara signifikasi budaya jawa masih relevan dalam aktualisasi berbahasa, walau terjadi pencampuran budaya, dengan aktualisasi budidaya dengan bahasa yang terus dilestarikan, maka budaya sendiri akan tak akan tercerai dari kebiasaan kita, Dengan cara membiasakan sesuatu hal baik, ketika biasa dilatih, maka akan melahirkan sesuatu kebiasaan yang baik pula, begitupun sebaliknya.!
Metode merawat kearifan lokal, bisa belajar ke Negara Jepang dalam bukunya Joy Hendri Wrapping Culture, menjelaskan dalam melakukan segala sesuatu di Jepang membiasakan segala sesuatu dengan yang sederhana. Contoh dalam kebiasaan warga Jepang dalam aktivitas yang tidak sakral pun, atau yang sakral, dalam kegiatan formal atau non-formal, pada saat meminum Teh, Pertemuan antar teman, Belajar Mengajar, dalam acara-acara sederhana, dalam menyambut tamu resmi, serta cara memberikan kado. Dalam hal itu semua tidak semerta-merta meninggal, kehidupan social, tidak asal-asalan, untuk melakukannya. Walaupun hal itu termasuk hal yang biasa, dalam hal itu di Jepang tidak meremehkan membiasakan hal kebaikan, sebelum melakukan kegiatan membiasakan bagaimana kelayakan, kesopanan, serta tradisi itu semua dapat dilakukan terlebih dahulu. Ketiga itu sebagai simbolis saling menghargai, menghormati, serta membiasakan diri dengan tradisinya, membudayakan dalam rutinitas sederhana. Maka kesadaran warga Indonesia masih belum terbuka dirinya untuk membudayakan kearifan lokal kita yang menjadi jati diri.

Sabtu, 10 Maret 2018

Kenali Aku Indonesia “Maja”




Rianto.febian.samosir.com

Saat menentukan perjalanan hidup selalu mengingat sebuah pesan-pesannya beliau, aku berjalan dengan serius untuk langkah yang lebih jauh dan merubah semua apa yang terjadi yang aku alami pada masa sekarang, bukan hanya senyum saja yang mengiri langkahku saat ku menentukan perjalanku yang sangat panjang namun suka dan duka yang menjadi teman saat ku merantau. Tempat rantau yang bukan dalam satu Negara memanglah sulit bertahan hidup jauh dengan keluarga, terutam dengan Kakek yang selalu memberikan uang saku saat ku harus berangkat sekolah, sangatlah berat untuk meninggalkan kampung halaman dan negara ini, tapi semua itu adalah sebuah pilihan yang harus aku tentukan karena  dengan pilihan yang nantinya ku jalani mendapatkan nilai berharga dan kebanggaan sendiri bagiku, dan mungkin dengan keluarga terutama kakek yang sudah bermahkota putih. Saat semua impian untuk melanjutkan sekolah keluar negeri dan itu semua tidak memerlukan bahan yang ada di dalam rumah ini, yang nampaknya tidak pantas penghuni rumah yang berumur 100-san Tahun ini.
Biasanya kalau hujan air menetes dari genteng yang tertata rapi, namun sudah tidak rapi karena sudah banyak yang bolong karena sudah dimakan waktu, bukan tidak peduli dengan keadaan genting namun memang kebutuhan yang lebih dari itu sangatlah tidak terduga banyak. Orang tua yang adalah dalam keluarga tidak perduli, dengan keadaan yang terjadi bagaimana pun jika aku mau berangkat untuk mengambil keinginan bersekolah di luar negeri karena mendapatkan panggalin dari sekolahnya, mendapatka beasiswa yang gratis, yang terpenting itu sudah menjadi pilihan saya dan paling senang jika itu memang perjalanan yang positif untuk aku, tak peduli kakek dan keluarga ini Nak.

“Berangkatlah kamu jagalah apa yang harus kamu jaga di sana nanti.!”
 “Iya mbah aku akan berusaha dan berusaha, Doakan saja Maja selalu sehat mbah.” apakah Bapak akan merestui dengan apa yang menjadi pilihan ku ini. ?”
“ Tiada orang tua itu menjerumuskan anaknya pada kegelapan, pasti di restui nak. “ walau tidak di restui mintalah restu tuhan,” dan yang paling engakau harus di Ingat. !” Jangan sekali-kali kamu lupakan sejarah ini. !”
“Iya kakek semoga saja Tuhan yang mengerti dan memahami niatku, walaupun Bapak tidak memahaminya. Sejaraaaah,,,” yang mana Kek. ?”.
“Iya Amien yaaroobb,,” Sejarah yang akan kamu jalani dan yang akan datang, renugkanlah Maja. !” sampai saatnya nanti kamu akan mengerti, syukur-syukur jika nanti kamu paham setelah kamu menelan pendidikan dalam perkulihan“.

Kakek pun meninggalkan aku yang masih kebingungan dan bertanya-tanya pada diriku sendiri sejarah yang mana lagi, bukannya para sejarah sudah gugur mendahului kita, aku tidak akan sampai pada pemikiran itu dan itu semua itu akan tiba saatnya nanti waktu yang menjawabnya.
Aku harus fokus pada pemikiran yang akan ku jalani ini saja karena waktu sudah semakin dekat untuk segera menjauh dengan keluarga tercinta karena dibatasi oleh ketentuan dari SMAN 1 Cilacap, beasiswa yang ku perjuangkan mendaftar dari hasil browsing di internet Alhamdulilah atas izin Alloh di terima dan pada sorekemarin ada Tim beasiswa BCA france datang ke sekolah menemui KEPSEK, dan pada saat itu pula aku dipanggil oleh WAKEPSEK, pada saat aku bersama teman, langsung saja aku merapikan baju untuk di masukan ke dalam dan ponirambut di usap biar kelihatan pintar, dan disitulah aku menuju ke ruangan kepala sekolah, seumur-umur kali ini masuk, dan yang di dalamnya ada 2 orang berpakaian rapi berdasi ala kantoran, tidak lama kemudian aku di suruh segera duduk, setelah bersalaman.

“Benar ini anak yang bernama Maja Maulana W. ?” Selamat kiriman beasiswa kamu telah Acc dari Tim kami dan kamu berhak mendapatkan untuk melanjutksn sekolah di France, biaya dan semuanya sudah kami tanggung Nak.!”
“Alhamdulilah pak terimakasih banyak, padahal aku hanya iseng-iseng itu pak, “Ini benarankan pak, bapak tidak bohong..?”
“Benaran dek, “Kamu siap-siap dalam Minggu ini secepatnya akan berangkat hanya melengkapi berkas-berkasnya yang belum diselaikan, kamu segera bicara pada keluarganya. “jika kamu tidak mau ambil kamu segera informasikan pada bapak kepala sekolah-mu, agar tidak hangus sia-sia Beasiswa ini. !”
“Baik pak pasti aku kabari.!”

Memang setiap perjuangan akan memberikan hasil yang baik jika kita berusaha melakukan apa yang ingin kita lakukan tidak ada yang tidak mungkin Tuhan akan memeluk doa dan usaha aku ini diperhitungkan, mencoba dengan main-main mendapatkan dengan hasil yang menabjubkan, tidak habis pikir tuhan mempunyai rencana apa pada aku, kok aku bisa diberi kesempatan yang sangat berharga ini pada aku, dengan tidak kepercayaaan diri dengan kemampuan akademik yang aku miliki karena aku ini hanya dari desa dan tidak begitu menguasai bahasa Inggris dengan baik, tapi tidak ada yang tidak mungkin, bukan benda tajam yang dapat memotong kayu namun kesungguhan kita untuk memotongnya itu dengan keistiqomaah an-Nya kita dalam memotong pada sisi kayu tersebut, “Manjeddeh Wejedeh ut uni istajeb laqum”. Hanya bermodal itu aku yakin pasti bisa dan niat yang kuat baik dari naluri.
Bunnyi telfon bapak berdering beliau mengangkatnya suara yang terdengar keras dari kamarnya beliau, karena berdampingan dengan kamarku, sangat terdengar jelas pembicaraanya dengan kepala sekolah, tampaknya 2 hari dari pemberankatan aku, mereka sangat meragukan aku untuk mampu bersaing di kota Paris itu, terutama bapak yang sangat tidak yakin dengan aku ini sangat jelas kalau beliau ragu untuk kepemberangkat aku lusa. Mereka berbicara lewat Hp suara bapak yang keras dengan pembicaraannya itu yang membuat aku dilema untuk berangkat.

“Pak Mul, bagaimana Maja lusa sudah akan bisa berangkat ke Prancis, betapa beruntungnya Bapak dan kluarganya. Anak desa mendapatkan biasiswa ke luar Negeri menabjubkan, selamat ya Pak.”
“Iya Puji syukur Pak kepala, tapi saya tidak Yakin dengan kemampuan Maja itu yang biasanya, itu hanya bisa bermain dan untuk menyentuh bukupun kalau di rumah tidak pernah saya lihat, mana nanti di sana. ?” anak nakal itu pak”,
“Bapak tidak usah berkecil seperti itu Maja itu pasti bisa, tapi bapak sebagai orang tua harus mendoakan dengan doa bapak Insyaalloh apa yang Pak Mul katakan tadi itu menjadi tidak benar, Manusia di Indonesia dan di Eropa itu sama terbuat dari tanah liat yang Alloh SWT ciptakan, yang membedakan keinginanya saja Pak, dan aku yakin pak Mul, Maja anakmu itu akan bisa merubah dirinya di sana, tapi itu semua tidak lepas dari doanya bapak sebagai orang tua harus menyemati Maja.!”
“Iya juga Pak Kapala, terimakasih masukannya. !” lusa saya akan selametan untuk pemberangkatan Maja, bapak kalau tidak ada halangan saya harap bisa datang. Sekalian bapak bisa memotivasi anak saya. !”
“Iya Pak Mul Insyaalloh akan usahakan datang. !” sudah dulu ya pak saya tutup dulu telfonnya,” Assalamualaikum.
“Iya Pak kepala, Wealaikumsalam.

Semoga dengan masukan dari kepala sekolah bapak meyakini aku ini akan bisa lebih baik dari kejelekan yang bapak lihat pada aku selama ini, Aku akan berusaha untuk menebus ucapan bapak itu untuk percaya kepada anak-nya ini yang tidak dipercayai kalau punya anak bisa, segara ku mengambil pena dan kertas kosong yang ada di atas meja, akan aku catat semua impian dan ketidak percayaan bapak-ku sendiri, untuk membangun jiwaku yang masih tertidur.

Aku anakmu yang bapak tidak yakini kemampuanku, jika bapak tidak percaya, tuhan kamulah yang aku percya yang akan mampu, membuat bapak-ku percaya dengan aku. Bismillahhh”.

Tulisan ini bukan sekedar tulisan yang akan ku bawa, aku berharap tuhan juga menderkan tulisan ini menjadi doa, dan Tuhan memeluk doa kertas ini sampai tiba saatnya nanti pas aku menjalani hidup di Prancis, kertas ini langsung aku simpan di dalam tas, langsung bergegas ke kakek disitu aku bertemu di depan kandang ayam, lagi memberi makan ayam-ayamnya, yang lumayan banyak dan menjadi teman kakek setiap kala pagi dan sore. Untuk menenikmati sisa paruh hidupnya yang sudah rentang berumur 83 tahun, sudah berpikir negativ dengan umurnya ketika aku harus jauh dengan-NYA.

“Kakek Maja, Lusa berangkat, kakek jangan bekerja terlalu berat, ingat sholatnya kek,!” kakek sambung doakan Maja nanti kalau sudah kuliah di negaranya orang,!”
“Tidak usah diingatin dari kemaren kakek doakan semoga saja kamu lancar nak, hanya Hati-hati kalau di negarnya orang kamu harus mampu menguasai budayanya orang sana dan kamu harus pahami kehidupan yang engkau tempati nanti, jadilah orang dibawahnya orang lain nak, sehingga orang lain itu yang mampu mengangkat kamu ke atas, jangan pernah kamu angkat dirinya kamu sendiri nak.!”
“Iya-iya kek, Akan aku jaga apa yang harus aku jaga, dan sejarah akan aku ukir disana dengan naluri cahaya Tuhan, sejarah yang pernah kakek lukiskan pada aku dan keluarga, akan ku ukir lebih indah dari lukisan sejarah kakek!”.
“Iya nak, Bawalah budaya Indonesia di sana, kenalkanlah budaya yang positiv kaya raya dengan budaya. Budaya yang berlandasan agama dan akhlak dari tanah nusantara!”.
“Iya Kek, aku akan tulis Indonesia ini dengan tinta emas di Negara-negara yang di Eropa!”.

Sudah tiba saatnya aku bergegas untuk berangkat dan selagi menunggu jemputan dari kepala sekolah aku mendekati bapak yang diam dalam renungan bahasa yang memang jarang diucapka, setelah aku dekati bahasa itu keluar dari alat ujarnya beliau, entah bahasa apa yang akan keluar mungkin itu pesan untuk ku jika nanti aku menjalani pendidikan di luar Negeri.

“Maja kamu berubahlah, janganlah kamu menjadi manusia yang tanggung, dan menjadi manusia yang ada di bawah rata-rata, temukanlan apa yang belum engkau temukan disini yang positiv. !” Bapak tidak bisa memberikan apa-apa.
“Doakan saja Pak, Maja akan berusaha dan berusaha membuat kalian tersenyum dengan ilmu dan pengetahuan yang aku tempuh ini, walau ini bukan yang bapak harapkan dari Maja, namun ini jalan Maja yang Maja senangi, dan sama-sama positif dengan keinginanya Bapak, !” Maja tidak akan membuang semua yang bapak ajarkan pada maja, tidak ada lebihnya pengetahuan.!”
“Iya Mul, doakan saja Maja itu kamu ikhlaskan walaupun itu bukan jalan yang kamu harapkan, Tidak ada ceritanya orang kelilipan, meniup matanya sendiri, Ia akan tetap minta bantuan untuk menupkan pada orang lain. !” saut kakek Maja. Pada saat Maja bicara dengan bapaknya.
“Iya Bah.!” Ayo antar Maja ini. Hati-hati nak di sana jaga apa yang harus kamu jaga. !” bawalah Indonesia yang baik untuk mendapatkan pengetahuan yang baik pula untuk kamu dan keluarga ini dan bagi nusa dan Bangsa Indonesia. !”

Sambil menggandeng tangannya keluar dari halaman rumahnya yang akan berkurang penghuninya demi menuntut dan menggapai sebuah impiannya ke luar negeri mendapatkan kesempatannya untuk menambah pendidikan di Prancis, menembah pendidikan adalah sebuah impianku karena aku terdidik dari orang yang non Akadimis (seorang petani tak tahu apa-apa tentang pendidikan), jadi menurutku pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan karena hidup tanpa pendidikan akan suram dalam masa hidup kita yang akan datang, karena dalam pendidikan akan diajarkan sebuah arti kehidupan yang bermakna dengan pendidikan akan membawa kita akan lebih baik, serta akan mempelajari apa yang belum pernah terjadi, dengan cara-cara terbaik Tuhan. Aku sangat bangga walaupun hidupku jauh dari pendidikan dari orang yang lebih beruntung untuk menggapai pendidikan, dari situ aku mempunyai tekad dengan kesempatan yang Tuhan berikan pada aku yang sangat tak terduga.
Dengan pendidikan aku akan mengukir sejarah baru dalam keluarga yang sangat minim pendidikan, aku hanya belajar dan di titipkan di langgar (Musolla) oleh keluarga yang hanya mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga yaitu membaca Al-Qur'an dan diajarkan tentang sopan santun yang bisa bermanfaat dalam kehidupanku. Dengan pendidikan yang aku tempuh sekarang ini bukan hanya pengethauan akhirat yang harus aku tempuh, aku memutuskan untuk belajar ilmu dunia untuk bekal untuk Akhirat juga, karena menurutku tidak ada yang tidak bermanfaat jika pengetahuan yang aku miliki nanti itu bermanfaat untuk diri sendiri, dan untuk orang lain.
Pada Sekolah umum yang akan aku tempuh nanti, akan aku coba untuk menggabungkan sebuah pengetahuan ini kuno dengan pengetahuan yang akan segera aku tempuh, dengan pengetahuan yang lebih banyak ini sejarah yang sudah terjadi, akan aku hidari untuk mengulanginya, yang sekian kalinya. Akan aku ukir sejarah baru untuk masa yang akan datang. Agar anak-anak keteurunan aku tidak mengulangi sejarah yang aku rasakan sekarang dengan yang kakek dan bapak ciptakan sebelumnya, keluarga sekarang ini.
Perjalanan panjang sudah sampailah tiba saatnya di Prancis, kota besar yang sangat indah yang mempunyai menara Efel yang tertinggi seduania dan juga menjadi salah satu keajaiban dunia, yang terpangpang indah Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel), merupakan sebuah  menara yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia sudah tibalah aku dan hari pertama untuk belajar di Universitas Aix – Marseille. Sekolah dan belajar di Negara terbesar di Eropa harus belajar sungguh karena banyak amanah yang telah aku emban yaitu amanah untuk diri sendiri bukan amanah dari orang lain, dengan itu semua aku berharap nanti bisa menunaikan apa yang semua aku dapatkan setelah pulang ke Indonesia. Harus mendapatkan penegtahuan dan pendidikan yang akan aku pelajari dari orang-orang yang besar dan banyak orang pintar dan cerdas, ingat dengan pepatah dan bahasa indah,”Jika bergaul dengan orang baik maka akan ketimpaan baik pula”. begitupun sebaliknya!”
Kuliah awal sudah aku lewati dengan lancar aku berusaha karena dengan awal yang baik, dengan niat yang baik pula akan menentukan juga hasil akhir yang baik juga.  Hari-hari demi hari sudah terlewati tanpa tersadari karena aku senang dan riang menjalani ini semua, dengan gembira waktu sudah tidak terasa, dengan teman yang baik sudah berapa waktu bersamanya yang saling menjalani waktu bersama susah senang bersamaku. Ia orang dari Turki, bernama Aliffa, banyak waktu dan cerita yang dijalani bersama, karena sama-sama datang dari luar negara maka kita menyelaraskan derita kita.
Aliffa pernah berkata “Indonesia adalah negara besar dengan daftar pendidik yang banyak, maka SDM di Indonesia memiliki stok generasi banyak”. Banyak hal yang ingin aku ceritakan hanya tidak akan selesai dengan satu hari dan jika aku tuliskan tidak akan selesai dalam jangka satu tahun, karena Indonesia banyak hal yang akan bisa nanti dengarkan dari ceritaku.
“Jika Aliffa ingin tahu Indonesia, kenali aku”.
“Kamu yang seperti kulit sawo matang, warna kulitnya?” hehe
“Iya benar, Itu Indonesia, namun akan menemukan perbedaan kulit orang Indonesia bukan seperti saya semua, ada yang hitam, putih langsep, dll”. Jika nanti aku bisa mengenali negaraku dengan sempurna aku akan menuliskan itu semua, maka kamu bisa mengenali kehidupan dan peradapan Indonesia, Aliffa”.
“Aku, tunggu Maja, Indonesia yang aku rindukan!”.
 “Doakan saja aku akan menuliskan tentang ini semua dan negaraku”.

Jumat, 09 Maret 2018

Mahasiswa dan Buku

Banyanghitamputih.com


“Senjata manusia/mahasiswa untuk bisa mengubah dunia dan dunianya, adalah manusia yang terus membaca, seorang tukang becak suka membaca akan melahirkan cara kehidupan berbeda dengan apa yang diderita dan dirasa, serta untuk hidup apa adanya manusia akan merasakan, namun akan memberikan cara berbeda dari yang sudah ada”.
Mengingat apa yang menjadi tujuan dari kehidupan yang akan ditempuh untuk masa yang akan mendatang, sebagai penerus bangsa agen of change (agen perubahan). Bangsa ini butuh penerus yang cinta dan memahami keadaan lingkungan, sebagai orang yang di amanahkan oleh Tuhan kita diberikan kesempatan untuk lebih kritis untuk membentuk diri sendiri dan bangsa yang lebih baik dengan menempuh sekolah yang lebih tinggi di Univesitas, dengan bermodal apa kita untuk melakukan itu semua salah satunya membaca. Dengan membaca dan memahami setiap bacaan yang belum di rasakan akan merasakan sehinnga akan membuka cakrawala paradigma yang menjadi Negara Indonesia yang lebih baik, untuk itu semua kesadaran kita untuk membaca terutama mengingat klasifikasi tingkat membaca kita diseluruh dunia negara kita ketinggalan, berada di posisi paling bawah dibandingkan dari negara lainnya.
Jikalau bukan kita siapa lagi yang akan membuktikan kecintaan kita ke negeri sendiri mengubah budaya membaca yang kuat untuk mengubah diri sendiri setelah akan diri sendiri dan bagi nusa dan bangsa. Mengingat dengan kata-kata yang menjadi motivasi saya pribadi,
“Bung Karno pemuda yang berumur 21-22 tidak sesikitpun memikirkan negara ini gundulkan saja kepalanya. Dan pidato JASMERAH”.
Dengan seperti itu jelas kalau kita diperintahkan untuk membaca untuk mengenang semua kata-kata di atas saya tafsirkan kalau tidak dengan membaca kita bagaiman mengetahui sejarah dan berperan untuk bangsa.
Berjuang untuk niat yang baik mengubah bangsa dengan pengetahuan yang dimiliki amal ma’ruf nahi mungkar. Buku gerbang cahaya intelektual buku dan mahasiswa satu kesatuan relasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya, namun harus digaris bawahi ialah bahwa mahasiswa kadang dalam membaca buku, akan lebih memilih bacaan buku yang mereka suka, karena dengan apa yang disuka, akan mendapatkan kenyamanan saat membaca sehingga paradigma atau pengetahuan dan pola pikirnya akan lebih luas dan terbentuk.
Namun kebutuhan pertama yang harus dibaca oleh mahasiswa ialah buku non fiksi (buku pelajaran) yang benar-benar harus intim dibaca karena yang paling menunjang dalam perkulihan menunjang mendapatkan keluasaan teori dan meluaskan dengan realita untuk menciptakan cara.
Perbedaan dalam pandangan mahasiswa yang satu ini sangat berbeda dengan yang lain, mahasiswa kelahiran Nganjuk Habibulloh Al muzakki Semester III Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sangat menyukai dengan buku yang non fiksi (buku perkulihaan), namun kesukaan itu sangat berbeda Ia lebih menyukai buku  yang ditulis oleh dosen yang mengajarnya, karena buku yang ditulis oleh dosen yang mengajar sangat memberikan dorongan pada jiwanya, sehingga menumbuhkan rasa kagum yang mengispirasi untuk lebih giat belajar pungkasnya, sehingga merasa bahwa Ia dididik oleh insani yang memiliki intelektual benar-benar luas.
Selain itu kebutuhan mahasiswa dalam membaca buku bukan hanya buku pelajaran yang harus kita paksa baca, kadang membuat lebih linglung berpikir. Yang sangat enteng dibaca salah satunya ialah buku fiksi atau novel, karya sastra, karena buku fiksi dampak positifnya sangat luar biasa, kenapa begitu selain membarikan banyak hikmah yang sangat besar, sebagai jurusan bahasa kekuatan dalam membaca walaupun itu berupa buku fiksi yang berupa novel dan sebagainya. Baginya itu keharusan yang tidak boleh diselingkuhkan dalam kalangan mahasiswa, membantu pola pikir yang lebih kritis dan membandingkan kehidupan nyata dengan yang ada di dalam kehidupan kita sehari-hari, dengan membaca fiksi apa yang tidak pernah dirasakan akan merasakan.
“Jika gemar membaca manusia akan merasakan apa yang tidak pernah dirasakan. Serta akan meluaskan peradaan, sehingga mampu menyesuaikan dalam keadaan dan sesuai moderniasasi hari ini, konservatif akan membentuk diri manusia”.
Dilihat dari perkembangan zaman beradapan tetap tidak ada perubahan, namun perkembangan kehidupan yang sangat berbeda, dengan masa yang lampau dan manusia yang berpola pikir yang berbeda, sama halnya dengan orang yang membaca karena mengingat dengan firman Allah bahwa ayat yang pertama turun ikroah (Bacalah). Bahwa membaca adalah pembeda dunia dan jendala dunia tabir kehidupan yang nyata, karena dengan membaca akan menambah pengetahuan yang lebih luas, kebutuhan yang sangat fital dalam kehidupan.
Salain itu juga menurut mahasiswa bahasa inggris semester satu bernama Tantri Wayuni asal Kalimantan Barat. Berpendapat buku dan mahasiswa itu “one heart”, mengapa demikian, karena buku adalah jendela untuk menghidupkan pola pikir yang lebih kritis dan memahami apa yang belum diketahui. Maka cahaya ialah pengetahuan manusia membentuk dirinya. Akan tetapi perbedaan membaca mahasiswa bisa dilihat dari kesukaannya untuk membaca. Kalau anak berasal kalimantan barat ini menyukai novel yang berbaur sejarah terutama fiksi Indonesia, contohnya karya-karya Pram”.
Dengan mengetahui sejarah dapat mengambil hikmah dari sejarah belajar pada sejarah karena sejarah tidak pernah berbohong, karena kenyataan apa yang terjadi di masa lalu, sudah terjadi belum tentu insani. Membaca tidak ada batasan buku apa karena setiap buku penulis memiliki ediologi fan niat yang berbeda-beda untuk buku yang diterbitkan. Terutama novel yang pernah ia baca menggukan bahasa inggris contohnya novel Harry Potter, dengan seperti itu membaca karya orang lain, rasa kepedulian dan menghargai orang menulis, karena penulis itu akan memberikan gagasan yang lebih luas dengan realita yang nyata menggambarkan dengan bentuk tulisan.
Dari membacalah akan memahami semua lingkungan sekitar yang sangat dekat dengan kehidupan sebagai insani. Setiap mahasiswa pengetahuannya didapatkan dari buku, yang dimaksud buku itu dibuka dan dibaca agar pengetahuan itu didapat dari buku yang dibacanya menurut mahasiswa yang bernama Taufik Hidayat Prodi Matematika menyimpulkan kalau buku itu terbagi dua macam antaranya fiksi dan non-fiksi dan keduanya ialah kebutuhan yang fital dibutuhkan oleh kita dan semua buku yang dibaca akan memberikan manfaat besar ke dalam kehidupan sehari-hari.
Kita khususnya setiap buku fiksi itu memberikan manfaat pada pembentukan karakter atau sikap psikomotorik, seseorang untuk membentuk pola hidup yang lebih indah mengambil cerminan dari kehidupan, fiksi dalam sebuah fiksi mengandung nilai dan moral pola hidup yang diperindah untuk diterapkan dikehidupan nyata. Buku non-fiksi yang mengacu pada ke pengetahuan secara ilmiah (pengetahua alam) yang memberikan manfaat besar dalam kehidupan kita untuk membedakan sebuah teori yang kita dapatkan dari buku untuk pembuktian kekuatan teori dengan kehidupan nyata secara ilmiah.

Kamis, 08 Maret 2018

Hilangmu Adalah Hadirmu, Untuk Sahabat Seperjuangan

voaislam.com


Sebelum genap beberapa bulan, beberapa hari yang lalu masih bisa berkumpul merumuskan sebuah cara bagaimana kita bisa merealisasikan sebuah wacana atau visi yang telah diwacanakan beberapa hari yang lalu. Kesatuan Mahasiswa Blega (KMB). Memiliki visi dua objek Sosial dan Pendidikan, menjadikan sasaran kita semua telah bersepakat untuk bisa memberikan fungsi sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa Blega yang berada di luar Blega, yang masih mencari pengetahuan di luar daerah masing-masing, namun tekad tujuan dalam merumuskan ranah untuk memberikan fungsi sederhana namun relevansinya dalam fungsinya masahasiswa ini bagian dari cita-cita para pendahulu kita, kesadaran tinggi dan memberikan sisa waktu untuk berbagi.
Kita semua terlahir dari anak desa, serta rakyat kecil, ketika yang kecil tidak berkumpul untuk menyatukan segala gerak pikiran kita untuk bisa melakukan kewajiban kita secara bersama maka kita tidak akan bisa untuk melakukan, kebaikan yang memiliki kaitannya dengan orang banyak, karena materi sebagai acuan terberat untuk bergerak. Dengan adanya bersama dengan tujuan dan tekad bersama akan terlahirlah batasan bergerak dalam kehidupan kita.
Setelah beberapa hari yang kita semua melakukan rancangan cara bagaimana nantinya akan bisa mengembangkan sebuah visi untuk ditunaikan secara bersama-sama, kita bersama-sama telah merumuskan cara nanti untuk bisa dilakukan di masyarakat. Salah satunya ialah teman kita yang telah mendahuli kita pulang ke Rahmatulloh, sudah menemukan nasib terbaiknya, yaitu mati muda. Zakiya sosok yang pendiam di antara anggota KMB lainya. Ia tidak berbicara ketika tidak diajak berbicara. Semoga akan selalu ada dalam setiap langkah KMB ke depan, dengan nilai-nilai baik, dengan niat yang terlahir darinya bergabung di rumah tanpa atap, hanya ada dalam ruang-ruang waktu tempat tidak tepat, namun rancangan jelas dalam merumuskan segala pikiran kita.
Sebagai sosok seperti itu ketika berkumpul kita sebagai teman lebih ekstra untuk bisa mengajaknya berinteraksi lebih dulu, serta mengajak gurau untuk bisa berbicara, mungkin itu yang menjadi kelebihan salah satu dari teman kita, menikmati hidup. Ia belajar di Bangkalan di Kampus STKIP, mengambil prodi Bahasa Inggris.
            Teman yang sering diajak bicara olehnya ialah Mila, masih saudaranya sendiri ternyata Alm. Zakiya tente darinya, sedangkan Mila ponakannya, seiring berjalannya waktu bersama dengan adanya KMB serta kegiatan berkumpul, yang biasanya kita berkumpul di rumah dari salah satu anggota KMB, yaitu Duwi lokasinya di Baban Blega. Tempat diskusi memecahkan masalah dan menemukan titik permasalahan yang bisa diambil hikmahnya untuk bisa membenahi apa yang seharusnya dilakukan, untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
            Zakiya beberapa hari yang lalu telah memutuskan bahwa dalam struktural KMB, Ia memilih untuk bergabung di divisi pendidikan, menyesuaikan dengan basic jurusannya Pendidikan Bahasa Inggris. Semoga saja ia bergabung dalam KMB ini terlahir dari hatinya yang tulus, bisa memberikan sebuah fungsi kepada masyrakata sebagai mahasiswa. Karena ini salah satu perjuangan untuk bisa memerdekakan orang lain, sedangkan pekerjaan yang senantiasa berkaitan dengan perjuangan orang lain untuk merdeka Ia adalah pahlawan. Arti dari pahlawan ialah berawal dari kata “pahala dan wan”. Kata “Pahala” artinya orang yang telah menerima kebaikan, sesuai dengan yang melakukan kebaikan timbal balik dari perbuatannya. Kata  “Wan”, imbuhan yang diadopsi dari bahasa Belanda “wan”’ berartikan “banyak”, jadi pahlawan orang yang memiliki nilai kebaikan yang banyak.
            Waktu telah berlalu hari ini akan menjadi masa lalu, serta masa depan akan menjadi masa lalu, maka rasa yang kadang kita rasakan bersama akan mudah hilang dengan singkatnya jarak dan waktu. Segala yang terjadi akan kita kembalikan kepada yang berkuasa Tuhan yang Maha Esa. Kebersamaan akan memiliki masa karena kita hidup di dunia, ketika kita sudah bisa melakukan hal maka kita akan memiliki sejarah.
Hal terbaik terlahir dari sebuah cara terbaik dan niat. Esensinya semuanya akan berakhir karena kita ada dalam kehidupan yang nyata, yang berharga akan tetap kita tinggalkan, dalam kehidupan manusia akan ada yang kekal sebuah tindakan yang terlahir dari hati, semoga Zakiya menjadi bagian dari kita memiliki misi dari tentang ini semua, KMB memberikan sedikit banyak berbagi bahagia pada mereka yang memiliki hak sama seperti kita, merasakan selarasnya manusia biasa, berharga, berjasa memberi makna pada sesama manusia dengan cara yang lebih mulia.
            Manusia berharga semoga keberadaanmu, selalu mengisi setiap kekosongan yang positif dalam diri manusia yang telah kau tinggalkan, serta keberadaanmu menjadikan sebuah inspirator dalam kehidupan kita, serta KMB akan selalu menghidupkan kamu dalam metafisika manusia, karena kamu juga menjadi salah satu bagian dari KMB, yang lebih dulu mengadap yang Maha Kuasa doa kita akan selalu menyertaimu, serta amal ibadahmu akan diterima, serta setiap kebaikan dari kegiatan yang baik dalam KMB ke dapan ini akan mengalir dalam kehidupan di sana.
Semoga hilangmu menjadi hadirnya kita bisa lebih bermakna.

Rabu, 28 Februari 2018

Mahasiswa vs Tawon “Kampus dan Lumbung”



Belajarlah pada seekor tawon dalam mengumpulkan madu,
Bahwa madu yang didapatkan bukan hanya bisa ditemukan dalam lumbungnya
Jika ingin menghasilkan madu, maka keluarlah dari lumbungnya
Berangkatlah lebih pagi, untuk bisa mendapatkan sari-sari bunga yang jernih.

Banyak hal dalam dunia pendidikan, banyak pula kehidupan dalam dunia pendidikan yang dewasa. Kita hari ini dikenalkan yang namanya pendidikan di tingkat paling tinggi, yaitu perguruan tinggi yang sering kita dengar Kampus, apa sih kampus itu sebenarnya dalam benak kita, apakah itu gudang ilmu yang akan mampu mencerdaskan manusia yang ada di dalamnya. Semua itu persepsi berbeda dan memiliki kerancauan dalam mengartikan. Kampus ialah substansi dari perguruan tinggi, maka sebagai mahasiswa dan dosen seharusnya meluruskan apa yang menjadi pertanyaan mahasiswa smart elite pada umunya. Agar tidak terkontaminasi sehingga menjadi kontradisi.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia bahwa diartikan Kampus/Perguruan Tinggi “Lapangan luas” atau “tegal”. Maka jika diartikan tidak memiliki makna yang konkrit, maka kehidupan di kampus tidak ditentukan oleh kampusnya, manusia yang hidup dan belajar di dalamnya dinamakan mahasiswa, maka kualitas akan ditentukan oleh mahasiswanya, walaupun fasilitas memberikan pengaruh terhadap kualitas, intelektualitasnya, namun kekreatifan mahasiswa yang lahir dari dalam akan memberikan bukti, jika mengerti apa yang nanti menjadikan dirinya berarti. Karena sudah jelas arti dalam segi bahasa sederhana hanya lapangan luas yang tidak memliki arti yang indah dan membuat harapan indah.
Sehingga kita berpikir apa fungsi kita sebagai mana manusia yang ada di dalam kehidupan di lapangan luas (kampus), apa yang harus dibanggakan dari kita bahwa sudah jelas dengan sebuah arti yang tidak memiliki makna yang jelas, kita tidak akan memberikan sebuah langkah visioner yang jelas, jika kita sebagai manuusa hinga akhir nanti, dan kampus adalah sebagai tempat yang luas,berperan serta harus bisa berekspresi dengan merasakan ketidak ada jaminan bahwa dalam perkembangan di kampus. Jika saya sabagai mahasiswa posisi belajar maka proses yang harus dilakukan untuk menemukan sesuatu kenyamanan, dalam melakuakan aktivitas dalam kehiduapan kampus ini?. Untuk berproses kita sering kali menemukan ketidak tenangan dan kadang pula keresahan ketidak pastian dalam masa yang akan datang.
Ada dialog dua mahasiswa berbicara cara merayakan kenyamanan di dalam perguruan tinggi.
Akad “Kamu tidak usah membela orang lain dirimu, masih dibela”
Organ “Tidak apa-apa, saat berjalan dengan banyaknya terbentur, tapi memperhatikan orang lain kebanggaan tersendiri bagiku”
Akan “Bodoh kamu, pola pikir tidak realistis”
Organ “Hanya yang bodoh kadang lebih memperhatikan yang lain, karena kadang yang pintar itu sibuk dengan dirinya sendiri. Realistis kamu bela-belain, bahwa yang nyata sudah jelas, namun yang tidak jelas aku melakukan kebodohan itu karena tidak tahu”.
Akad “Iya-iya paham berangkatlah kamu dengan caramu, Organ”!
Organ “Ayo belajar pada hewan tawon bagaimana mendapatkan madu”.
Hal ini menjadi pertanyaan dan tantangan bagi mahasiswa seperti kita ini, bahwa pada saat seperti ini berkontemplasi kepada seekor tawon yang ada dalam lumbungnya, tawon untuk menghasilkan madu, setiap hari dan pagi mereka keluar dari lumbungnya dan mencari sari-sari dengan keadaan bersih pada saat keluar lumbung untuk mendapatkan madu, pada saat pagi mereka berangkat dengan tekad keluar dari lumbung untuk mendapatkan madu yang bagus dan alami.
Maka mahasiswa pun harus punya pandangan seperti tawon  berangkat bersih untuk mendapatkan madu, jika mahaswa ingin mencari apa yang ingin di dapatkan dengan serius di kampus, maka apa yang akan diharapkan dalam impiannya akan tercapai sesuai apa yang diharapkannya, terpenting bersih dari niat berwal dari berangkatnya sehingga dalam prosesnya fokus pada apa yang diharapkan, mahasiswa akan mendapatkan apa yang diharapkan. Maka kebanggaan mahasiwa terbentuk oleh perkembangnya sehingga proses akan menjanjikannya seorang mahasiwa akan membawa kemana dirinya. Sehingga almamter akan dibanggakan oleh cara-caranya kita sebagai mahasiswa untuk bisa memberikan hal yang terbaik untuk apa yang memaniskan dirinya dan memaniskan lumbung yang ditempatinya.
Samahalnya mahasiwa juga harus bisa mengambil pelajaran dari tawon , bahwa jangan sampai kampus membawa kita, akan tetapi kita membawa kampus. Karena sudah jelas kampus atau perguruan tinggi (halaman luas/tegal). Kata benda yang tidak akan memiliki fungsi ketika kita hanya mendiamkan, tanpa menjalankan maka tak akan ada fungsi yang signifikan pada benda tersebut. Benda hanya ada dalam ruang sedangkan ruang akan memberi fungsi ketika segala hal itu bisa dihuni, serta penghuni,pada saat menghuni apa yang akan dipersembahkan pada benda tersebut tahu, serta apa yang akan dihidangkan terserah apa yang akan kita kerjakan dalam wadah kita lumbung atau kampus. Jika tidak menemukan dalam kelas, maka di luar kelas lebih luas madu yang jernih dan alami.

Rabu, 14 Februari 2018

Esensi Dan Eksistensi “Kartu Kuning Pak Jokowi”

inas.com

Esensi hak manusia hidup, bereksistensi. Manusia akan bisa mengikuti hati jika ia bisa membuka mantra dengan bahasa, berbicara dengan cara yang dirasakan oleh manusia dari rasa, sehingga cara bisa dilakukan dengan tindakan serta bisa menuliskan dalam sebuah karya dan menjadikan cara yang dituliskan, untuk bisa dilakukan oleh masa generasi yang akan membaca karya. Untuk bisa menyelesaikan apa yang menjadi keresahan manusia, namun hanya bisa memberikan sebuah pedoman dalam cara, tapi hanya manusia bisa menentukan.
Banyak yang ingin dilakukan oleh manusia dengan membebaskan dirinya dari cara manusia untuk bisa seperti manusia berharga. Dari tindakan yang dilakukan oleh manusia yang mengerti tentang kebebasan, sehingga tindakan kritik sebagai bentuk manusia menunjukkan bahwa ada hal harus dilakukan, cara itu (kritik). Sebagai bentuk kebebasan manusia yang dibawa sejak dilahirkan. Serta akan sadar dengan kebebesan manusia yang telah Allah Swt berikan, rasa itu, bisa diimplementasikan dari norma, sesuai dengan fenomena sehingga eksistensi yang lakukan melihat keadaan bahwa dirinya bisa menjadi sosok utama.
Pada saat keberadaban alam, dan keadaan bisa difungsikan untuk bisa menjadikan dirinya sebagai manusia yang berharga, untuk keberadaan manusia, hal ini bisa kita cermati yang dilakukan oleh Zadit, Presma Universitas Indonesia (UI), pada saat mengangkat kartu kuning kepada Bapak Presiden Jokowi Widodo pada saat menjadi tamu undangan sebagai tamu dan memberikan sambutan pada acara yang dilaksanakan di UI, sebagai tamu kebanggaan.
            Dalam satu sisi manusia memiliki hak serta kewajiban untuk saling mengingatkan. Namun cara dan etika dalam mengingatkan perlu perhitungan panjang untuk bisa menghindarkan menjatuhkan dan mempermalukan di depan umum(menjaga perasaan manusia). Manusia bisa mengkritik serta memberikan solusi ketika kita berbicara tentang apa yang harus dibenahi, namun kadang manusia akal nalurinya untuk bisa saling memanusiakan manusia untuk bisa saling menjaga dirinya dari apa yang harus dijaga, untuk bisa menjaga perasaannya orang lain. Filsuf Yunani pernah menuliskan, manusia yang bijaksana adalah manusia yang memahami budaya orang lain. Jika manusia paham bahwa ada etika dalam diri manusia mengingatkan bukan untuk menjatuhkan akan tetapi dengan halus untuk mengingatkan.
        Ada pribahasa dalam Bahasa Indonesia yang memberikan cara etika bermoral, berbunyi “ketika ada manusia sedikit membaca maka manusia akan banyak memberikan keritikan, ketika manusia banyak membaca akan sedikit mengkrtik, tapi akan senantiasa memberikan masukan dan solusi”. Karena memberi bisa diterima bisa tidak, apalagi memberikan di tempat umum, dengan rasa kasian pada yang diberi, maka harus kita perhitungkan siapa yang akan diberikan, apakah itu akan layak untuk dikasihiani, jika layak maka berikan pada saat di tempat umum, namun dengan pantas, namun jika tidak pantas diberikan pada saat keramaian seharus diberikan pada saat yang pantas dan pas.
         Namun kadang manusia bisa membenarkan sesuatu hal dengan caranya yang dianggap itu benar sesuai dengan niatnya. Terfatal manusia melakukan sesuatu dengan cara yang salah ketika menempatkan kebenaran dari niat, untuk bisa dijadikan sebuah kebenaran, yang terlahir dari niat baik. Sesuatu yang baik akan memberikan dampak baik ketika diniatkan baik dan dilakukan dengan cara baik pula, tanpa ada unsur-unsur untuk menjadikan dirinya seperti apa. Karena eksistensi manusia baik ketika esensi manusia memiliki niat baik, jiwa yang sehat akan menjadikan raga yang kuat. Jika dari dalam dibuat dengan memperkuat sebuah cara, maka di luar akan mengikuti apa yang dari dalam. Refleksi kita jika ingat pada perang Geriliya Jendral Soedirman hanya mempercayai bahwa dan pada saatnya mengatakan pada ibunya, pamit berangkat perang dengan bahasa yang diucapkan bahwa “niat baik, pasti baik, niat selamat pasti selamat”. Karena semuanya terlahir dari jiwa yang baik, perang geriliya pun memberikan hasil positif, dengan kemenangan sesuai harapan bangsa.

Sabtu, 10 Februari 2018

Karya Dua Buku Pada Tahun 2017

experia foto


Sebuah karya yang dapat saya tuliskan, bukan terlahir dari sebuah kecerdasaan dan sudah bisa memperdaya sebuah keahlian yang ada dalam diri. Karya terlahir dari sebuah proses yang bisa menjadikan sebuah karya, terlahir dari keadaan dan sebuah keinginan untuk bisa menciptlan sebuah karya yang mampu memberikan sebuah cara baru pada pembaca. 

Jika sebuah karya bisa dibaca dari satu orang maka kekayaanku dalam keberhasilan dalam menjadikan sebuah pola pikir manusia sangat signifikan. Ketika ada pembaca mampu mengambil inti dari cara manusia hidup untuk dari sebuah karya maka tercipta cara dari sebuah manusia perantara dari sebuah karya yang dibaca. 

Apapun yang tercipta dalam sebuah karya terlahir dari sebuah fenomena alam, yang membawa semua keadaan terlahir dari satu sumber, Allah SWT. Yang menjadikan kita manusia berpikir secara menual dari yang logis menjadi realistis. Yang magis menjadi logis, semua akan ada pada manusia yang sennatiasa bisa menjadikan dirinya manusia yang tidak bisa apa'-apa dari apa yang ada dalam setiap perjalanan serta perjuangan hidup. 

Bisa saja setiap kejadian akan membantu kita untuk bisa membawa segala hal dari sebuah perjalanan, adapun juga sebuah keadaan membawa dirinya pada sebuah kejadian hidup, untuk bisa membawa dirinya pada sebuah cara yang dirindukan diimpikan oleh manusia banyak, bukan sekedar menjadi manusia yang hanya bisa dirinya dinikmati oleh raganya. 

Jiwa akan membawa raga manusia untuk bisa terbentuk. Ketika manusia itu mampu membaca, namun membaca tidak akan membentuk jiwanya untuk bisa membawa dirinya, ketika manusia tidak mampu menjalani dengan keikhlasan untuk bisa melakukan segala hal dengan rasa cinta terhadap apa yang dirindukan oleh jiwanya. 

Jiwa akan merindukan ketenangan, kenyamanan, serta kemerdekaan dalam melakukan, bukan sekedar mengikuti keadaan yang hanya nyaman dengan sebuah sinar mentari di pagi hari, serta tidak akan menyadari bahwa akan ada petang yang menunggu pada malam hari, untuk bisa menikamti tajamnya malam menympan anugerah besar pada saat gelap gulita datang, bukan sekedar menjadi manusia yang hanya mampu menerima apa adanya, karena kita manusia. 

Manusia bukan hanya diberikan sebuah kemampuan berbahasa, serta kekuatan, namun manusia diberikan sebuah anugerah berpikir yang sangat luas dan bebas dalam mengajak jiwa dan raganya untuk bisa menjadi manusia memberikan sebuah keindahan pada dunia dan isinya sekarang. 

Sekarang adalah waktu yang hanya mampu ditempuh di dunia sangat singkat. Akan ada dalam kehidupan setelah sekarang menjadi masa lalu, ketika sudah tidak bisa berpikir bahwa hari ini lebih berharga dari hari esok, dan esok lebih berarti dari hari ini, dengan melahirkan sebuah tindakan yang akan diciptkan manusia untuk bisa bahwa akan ada yang lebih abadi dari sebuah karya yang memberikan fungsi pada diri ini, serta pada genenrasi dan pada negeri ini. 

Impian terbesar bisa menjadikan semua yang saya persembahkan ini memberikan fungsi dan kerangka berpikir manusia untuk bisa membawa dirinya pada kehidupan seharusnya dirinya menikamati dan menjalani apa yang ada di dunia dengan sebuah pemikiran di masa yang akan datang dan memformulasikan segala keadaan, untuk bisa membawakan dirinya pada sebuah cara baru yang membantu mengaktualisasikan cara berharga untuk kehidupan hari ini dan yang kekal nanti. Manusia tidak akan bisa melihat namun manusia akan bisa merasakan, karya tidak akan berharga jika tidak mampu memberikan sebuah inspirasi untuk bisa membawa manusia pada keindahan hidup, serta memahami bagaimana merayakan hidup dalam dunia yang fana.

Selamat Membaca sebuah karya dari anak bangsa, yang bercita-cita bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi para pembaca dari sebuah karya yang saya persembahkan. Untuk para generasi kita memiliki bentuk bilogis sama dengan satu raga namun kita berbeda rasa, namun cita-cita manjadi manusia berharga dan membahagiakan sebuah tujuan yang sama. Memahami, Menjalani, Mengakhiri dengan sebuah rasa cinta pada sebuah cara keindahan akan dinikmati sepanjang masa oleh manusia.